Surah ke-6
الانعام
Al-An‘ām
“Binatang Ternak”
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
Pengantar surah
Surah yang ke-6, al-An‘ām yang berarti hewan ternak terdiri atas 165 ayat. Surah ini termasuk golongan Surah Makiyah. Dinamai al-An‘ām (hewan ternak) karena surah ini banyak menerangkan hukum-hukum yang berhubungan dengan hewan ternak dan juga hubungan hewan tersebut dengan adat istiadat serta kepercayaan orang-orang musyrik. Menurut kepercayaan mereka, hewan tersebut dapat disembelih sebagai kurban untuk mendekatkan diri kepada sembahan mereka. Allah memulai surah ini dengan “Alhamdulillāh”. Surah-surah lain yang juga diawali dengan lafaz “Alhamdulillāh” ialah Surah al-Kahf/18, Surah Saba’/34 dan Surah Fāṭir/35.
Semua Surah Makiyah berisi seruan kepada keimanan, agama tauhid, dan menegaskan batalnya kepercayaan syirik. Banyak hadis yang meriwayatkan bahwa Surah al-An‘ām/6 ini diturunkan sekaligus, disebabkan isinya yang antara lain mengandung dalil-dalil ketauhidan, keadilan, kenabian, hari Kiamat dan bantahan terhadap ilḥād (atheisme).
POKOK-POKOK ISINYA
1. Keimanan
Bukti-bukti keesaan Allah serta kesempurnaan sifat-sifat-Nya; tentang kenabian Muhammad; penegasan Allah atas kenabian Ibrahim, Ishak, Ya’kub, Nuh, Daud, Sulaiman, Ayyub, Yusuf, Musa, Harun, Zakaria, Yahya, Isa, Ilyas, Alyasa’, Yunus, Luṭ; penegasan tentang adanya risalah dan wahyu serta hari pembalasan dan hari kebangkitan; sesatnya kepercayaan orang musyrik dan keingkaran mereka terhadap hari Kiamat.
2. Beberapa Hukum
Larangan mengikuti adat istiadat yang dibuat-buat oleh kaum jahiliah; makanan yang halal dan yang haram; sepuluh wasiat dalam Al-Qur’an; tauhid, keadilan dan hukum; dan larangan mencaci maki berhala.
3. Kisah
Kisah umat-umat terdahulu yang menentang rasul-rasul; kisah pengalaman Nabi Muhammad dan para nabi; dan cerita Nabi Ibrahim membimbing kaumnya kepada agama tauhid.
4. Lain-lain
Sikap keras kepala kaum musyrik; cara nabi memimpin umatnya; bidang-bidang kerasulan dan tugas-tugasnya. Tantangan kaum musyrik untuk melemahkan rasul; kepercayaan orang-orang musyrik terhadap jin, setan dan malaikat; beberapa prinsip keagamaan dan kemasyarakatan; dan lain-lain.
- 1
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ وَجَعَلَ الظُّلُمٰتِ وَالنُّوْرَ ەۗ ثُمَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا بِرَبِّهِمْ يَعْدِلُوْنَ
Al-ḥamdu lillāhil-lażī khalaqas-samāwāti wal-arḍa wa ja‘alaẓ-ẓulumāti wan-nūr(a), ṡummal-lażīna kafarū birabbihim ya‘dilūn(a).
Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan langit dan bumi, dan menjadikan kegelapan-kegelapan dan cahaya. Sungguhpun demikian, orang-orang yang kufur mempersamakan tuhan mereka (dengan sesuatu yang lain).
Tafsir lengkapTafsir ringkas
Pada akhir Surah al-Ma'idah Allah menjelaskan bahwa Nabi Isa dan ibunya bukanlah tuhan sebagaimana anggapan orang Nasrani. Nabi Isa adalah rasul atau utusan Allah yang bertugas mengajak Bani Israil untuk mengesakan Allah. Pada awal surah ini dijelaskan bahwa Allah yang menciptakan langit dan bumi serta menunjukkan manusia kepada jalan yang terang agar manusia meninggalkan jalan yang gelap, namun kebanyakan manusia menyimpang dari ajaran Allah yang lurus. Segala puji bagi Allah, yang berhak atas segala kesempurnaan, dan jauh dari segala kekurangan; yang telah menciptakan langit dan bumi, atas dasar cinta dan kasih sayang kepada makhluk-Nya; dan Allah telah menjadikan gelap dan terang, malam dan siang, salah dan benar, kufur dan iman; namun demikian orang-orang kafir, yaitu orang-orang yang menutup pikiran dan hati nurani mereka dari cahaya Allah menghindar dari ajaran Tuhan mereka dengan menyekutukan Allah dengan sesuatu yang lebih rendah dari dirinya sebagai manusia.