Tafsir ayat 34
وَلَقَدْ كُذِّبَتْ رُسُلٌ مِّنْ قَبْلِكَ فَصَبَرُوْا عَلٰى مَا كُذِّبُوْا وَاُوْذُوْا حَتّٰٓى اَتٰىهُمْ نَصْرُنَا ۚوَلَا مُبَدِّلَ لِكَلِمٰتِ اللّٰهِ ۚوَلَقَدْ جَاۤءَكَ مِنْ نَّبَإِ۟ى الْمُرْسَلِيْنَ
Wa laqad kużżibat rusulum min qablika fa ṣabarū ‘alā mā kużżibū wa ūżū ḥattā atāhum naṣrunā, wa lā mubaddila likalimātillāh(i), wa laqad jā'aka min naba'il-mursalīn(a).
Sungguh rasul-rasul sebelum engkau pun telah didustakan, lalu mereka sabar terhadap pendustaan dan penganiayaan (yang dilakukan) terhadap mereka sampai datang pertolongan Kami kepada mereka. Tidak ada yang dapat mengubah kalimāt Allah.240) Sungguh, telah datang kepadamu sebagian berita rasul-rasul itu.
240) Yang dimaksud dengan kalimāt Allah adalah ketetapan-ketetapan-Nya yang sudah tertulis di Lauhulmahfuz. Di antaranya adalah bahwa mereka yang mendustakannya pasti akan hancur dan orang yang mengimaninya akan menang.
Tafsir tahlili
Allah mengingatkan kepada Nabi Muhammad agar jangan bersedih hati dan berduka cita atas tindakan-tindakan orang-orang kafir itu, karena yang demikian itu adalah suatu yang biasa terjadi; para nabi dan rasul yang telah diutus Allah sebelumnya didustakan dan diingkari pula, bahkan disakiti dan pengikut-pengikut mereka dianiaya. Tetapi mereka tetap tabah dan sabar menghadapi yang demikian itu.
Allah swt berfirman:
وَاِنْ يُّكَذِّبُوْكَ فَقَدْ كَذَّبَتْ قَبْلَهُمْ قَوْمُ نُوْحٍ وَّعَادٌ وَّثَمُوْدُ ۙ ٤٢
Dan jika mereka (orang-orang musyrik) mendustakan engkau (Muhammad), begitu pulalah kaum-kaum yang sebelum mereka, kaum Nūh, ‘Ād, dan Ṡamūd (juga telah mendustakan rasul-rasul-Nya) (al-Ḥajj/22: 42)
Firman Allah swt:
وَاِنْ يُّكَذِّبُوْكَ فَقَدْ كُذِّبَتْ رُسُلٌ مِّنْ قَبْلِكَۗ وَاِلَى اللّٰهِ تُرْجَعُ الْاُمُوْرُ ٤
Dan jika mereka mendustakan engkau (setelah engkau beri peringatan), maka sungguh, rasul-rasul sebelum engkau telah didustakan pula. Dan hanya kepada Allah segala urusan dikembalikan. (Fāṭir/35: 4)
Dari ayat yang berarti (sampai datang pertolongan Kami kepada mereka) dipahami bahwa para nabi dan rasul terdahulu sangat tabah dan sabar menghadapi segala macam tindakan kaumnya walau apapun yang terjadi. Karena tindakan-tindakan yang demikian itu Allah menimpakan kepada mereka malapetaka yang besar, seperti sambaran petir, goncangan gempa yang dahsyat, serangan badai dan sebagainya, Allah menyelamatkan para nabi dan rasul beserta kaumnya yang beriman dari azab yang besar dan menyelamatkan mereka dari tindakan kaumnya yang ingkar itu.
Ayat ini merupakan hiburan bagi Nabi Muhammad dalam menghadapi perlakuan dan tindakan orang-orang musyrik Mekah, karena sebagaimana nabi-nabi dan rasul-rasul terdahulu diselamatkan Allah pasti Dia menyelamatkan Nabi Muhammad dan kaum Muslimin, serta memenangkan agama Islam.
Hiburan ini dijelaskan lagi dengan tegas dalam firman Allah swt yang lain:
فَاصْبِرْ كَمَا صَبَرَ اُولُوا الْعَزْمِ مِنَ الرُّسُلِ وَلَا تَسْتَعْجِلْ لَّهُمْ ۗ كَاَنَّهُمْ يَوْمَ يَرَوْنَ مَا يُوْعَدُوْنَۙ لَمْ يَلْبَثُوْٓا اِلَّا سَاعَةً مِّنْ نَّهَارٍ ۗ بَلٰغٌ ۚفَهَلْ يُهْلَكُ اِلَّا الْقَوْمُ الْفٰسِقُوْنَ ࣖ ٣٥
Maka bersabarlah engkau (Muhammad) sebagaimana kesabaran rasul-rasul yang memiliki keteguhan hati dan janganlah engkau meminta agar azab disegerakan untuk mereka. Pada hari mereka melihat azab yang dijanjikan, mereka merasa seolah-olah mereka tinggal (di dunia) hanya sesaat saja pada siang hari. Tugasmu hanya menyampaikan. Maka tidak ada yang dibinasakan kecuali kaum yang fasik (tidak taat kepada Allah). (al-Aḥqāf/46: 35).
Firman Allah swt:
وَاصْبِرْ عَلٰى مَا يَقُوْلُوْنَ وَاهْجُرْهُمْ هَجْرًا جَمِيْلًا ١٠
Dan bersabarlah (Muhammad) terhadap apa yang mereka katakan dan tinggalkanlah mereka dengan cara yang baik. (al-Muzzammil/73: 10).
Sumber: Al-Qur'an dan tafsir Kementerian Agama RI.