Surah ke-76
الانسان
Al-Insān
“Manusia”
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
Pengantar surah
Surah al-Insān terdiri dari 31 ayat, termasuk kelompok surah Madaniyyah, diturunkan sesudah Surah al-Raḥmān.
Nama al-Insān (manusia) diambil dari perkataan al-insān yang terdapat pada ayat pertama surah ini.
Surah ini dinamai Surah ad-Dahr (masa) dan “Hal atā”, yang kedua-duanya diambil dari perkataan yang terdapat pada ayat pertama. Dinamakan pula Surah Amsyāj (yang bercampur) yang diambil dari perkataan yang terdapat pada ayat kedua.
Dalam hadis riwayat Muslim disebutkan bahwa Ibnu ‘Abbās menceritakan, di antara kebiasaan Rasulullah saw adalah membaca Surah as-Sajdah dan Hal atā ‘ala insāni pada salat Subuh pada hari Jumat.
Pokok-pokok Isinya:
Kandungan surah ini meliputi:
1. Penciptaan manusia dari nutfah (sperma) laki-laki dan sel telur perempuan.
2. Petunjuk-petunjuk untuk mencapai kehidupan yang sempurna dengan menempuh jalan yang lurus.
3. Sifat-sifat orang baik (al-abrār), yakni: memberi makan orang miskin, anak yatim, dan orang yang ditawan semata-mata karena Allah, takut kepada hari Kiamat, mengerjakan salat Tahajud, dan sabar dalam menjalankan hukum-hukum Allah.
4. Ganjaran bagi orang yang mengikuti petunjuk dan ancaman terhadap orang yang mengingkarinya.
- 1
هَلْ اَتٰى عَلَى الْاِنْسَانِ حِيْنٌ مِّنَ الدَّهْرِ لَمْ يَكُنْ شَيْـًٔا مَّذْكُوْرًا
Hal atāka ‘alal-insāni ḥīnum minad-dahri lam yakun syai'am mażkūrā(n).
Bukankah telah datang kepada manusia suatu waktu dari masa yang ia belum merupakan sesuatu yang dapat disebut?
Tafsir lengkapJuz 29 · Hal. 578Tafsir ringkas
Surah ini diawali dengan peringatan kepada manusia tentang kehadirannya di pentas bumi sekaligus menjelaskan tentang tujuan penciptaannya. Bukankah, yaitu sungguh, pernah datang kepada manusia waktu dari masa yaitu sebelum ia diciptakan, yang ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut? Ketika itu manusia dalam ketiadaan, jangankan wujudnya, namanya pun belum ada.
- 2
اِنَّا خَلَقْنَا الْاِنْسَانَ مِنْ نُّطْفَةٍ اَمْشَاجٍۖ نَّبْتَلِيْهِ فَجَعَلْنٰهُ سَمِيْعًاۢ بَصِيْرًا