Surah ke-34
سبأ
Saba'
“Saba'”
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
Pengantar surah
Surah Saba’ terdiri atas 54 ayat, termasuk golongan surah-surah Makkiyyah, diturunkan sesudah Surah Luqmān. Dinamakan Surah Saba’ karena di dalamnya terdapat kisah kaum Saba’.
Saba’ adalah nama suatu kabilah dari kabilah-kabilah Arab yang tinggal di daerah Yaman sekarang ini. Mereka mendirikan kerajaan yang terkenal dengan nama kerajaan Sabaiyah, ibu kotanya Ma’rib. Mereka telah dapat membangun suatu bendungan raksasa yang bernama Bendungan Ma’rib, sehingga negeri mereka menjadi subur dan makmur. Kemewahan dan kemakmuran menyebabkan kaum Saba’ lupa dan ingkar kepada Allah yang telah melimpahkan nikmat dan karunia-Nya kepada mereka. Mereka mengingkari pula seruan para rasul yang diutus Allah. Karena keingkaran ini, Allah menimpakan kepada mereka azab berupa sailul ‘arim (banjir besar) yang ditimbulkan oleh bobolnya Bendungan Ma’rib. Setelah itu, negeri Saba’ menjadi kering dan tandus, dan kerajaan mereka pun hancur.
Pokok-pokok Isinya:
1. Keimanan:
Ilmu Allah meliputi segala yang ada di langit dan di bumi, kebenaran adanya hari kebangkitan dan hari pembalasan; Nabi Muhammad adalah pemberi peringatan, pada hari Kiamat berhala-berhala tidak dapat memberi manfaat sedikit pun; kalau seorang sesat, maka akibat kesesatannya itu akan menimpa dirinya sendiri, dan kalau ia menemui dan mengikuti jalan yang benar, maka hal itu adalah karena petunjuk dari Allah.
2. Kisah:
Kisah Nabi Daud dan Nabi Sulaiman, kisah kaum Saba’, dan lain-lain.
3. Lain-lain:
a. Celaan kepada kaum musyrikin yang menyembah berhala, tuduh- menuduh antara pemimpin-pemimpin mereka yang menyesatkan dan pengikut-pengikutnya pada hari Kiamat;
b. Sikap orang-orang musyrik pada waktu mendengar Al-Qur’an dibacakan;
c. Rasul-rasul tidak menerima upah dalam melaksanakan dakwahnya;
d. Orang-orang musyrik di akhirat meminta kepada Allah agar dikem-balikan ke dunia untuk melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya;
e. Orang yang hidup berlebih-lebihan dan berlaku sewenang-wenang selalu memusuhi para Nabi;
f. Pembangkangan kaum Quraisy;
g. Keadaan orang-orang musyrik di akhirat.
- 1
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِ وَلَهُ الْحَمْدُ فِى الْاٰخِرَةِۗ وَهُوَ الْحَكِيْمُ الْخَبِيْرُ
Al-ḥamdu lillāhil-lażī lahū mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍi wa lahul-ḥamdu fil-ākhirah(ti), wa huwal-ḥakīmul-khabīr(u).
Segala puji bagi Allah yang memiliki segala yang di langit dan yang di bumi serta bagi-Nya segala puji di akhirat. Dialah Yang Maha Bijaksana lagi Maha Teliti.
Tafsir lengkapJuz 22 · Hal. 428Tafsir ringkas
Pada bagian pungkasan Surah al-Ahzab Allah menegaskan pen-tingnya menunaikan amanat. Di sana Allah juga mengancam orang munafik dan kafir dengan azab yang pedih dan mengampuni dosa orang yang bertobat, karena Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang. Surah Saba’ lantas diawali dengan pujian kepada Allah, Pemilik apa saja yang ada di langit dan bumi. Segala puji bagi Allah yang memiliki, menguasai, dan mengatur apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi, dan segala puji di akhirat juga bagi Allah karena Dialah Penguasa dan Pengendali kehidupan akhirat. Dan Dialah Yang Mahabijaksana dalam tindakan dan ciptaan-Nya, Mahateliti sehingga mengetahui semua urusan secara rinci.