Tafsir ayat 45
وَكَذَّبَ الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِهِمْۙ وَمَا بَلَغُوْا مِعْشَارَ مَآ اٰتَيْنٰهُمْ فَكَذَّبُوْا رُسُلِيْۗ فَكَيْفَ كَانَ نَكِيْرِ ࣖ
Wa każżabal-lażīna min qablihim, wa mā balagū mi‘syāra mā ātaināhum fakażżabū rusulī, fakaifa kāna nakīr(i).
Orang-orang sebelum mereka (kafir Makkah) telah mendustakan (para rasul). Padahal, mereka (kafir Makkah) itu belum sampai (menerima) sepersepuluh dari apa (nikmat) yang telah Kami anugerahkan kepada orang-orang terdahulu itu, lalu mereka mendustakan para rasul-Ku. Maka, (lihatlah) bagaimana dahsyatnya akibat kemurkaan-Ku.
Tafsir tahlili
Pada ayat ini, Allah menerangkan bahwa umat-umat terdahulu, seperti kaum Nabi Nuh, kaum ‘Ad, kaum Samud, dan lain-lain yang karena kekafiran mereka telah dimusnahkan Allah dan tinggal hanya puing-puing atau nama-nama. Mereka mendustakan ayat-ayat Allah dan menganggap rasul-rasul-Nya bohong, padahal mereka lebih perkasa dan lebih hebat kemampuan dan kebudayaan mereka. Kafir Mekah tidak sampai ber-kekuatan sepersepuluh dari umat-umat itu, lalu apakah mereka akan membangkang dan menyombongkan diri pula? Tidak takutkah mereka terhadap murka Allah, mengingat umat-umat terdahulu yang lebih perkasa saja sudah dimusnahkan Allah? Seharusnya mereka mengambil pelajaran dari sejarah masa lampau itu, karena mereka mengenal betul daerah-daerah bekas umat-umat terdahulu itu, sebab mereka melewatinya siang atau malam dalam perjalanan dagang mereka pada musim panas atau musim dingin, sebagaimana firman Allah:
وَاِنَّكُمْ لَتَمُرُّوْنَ عَلَيْهِمْ مُّصْبِحِيْنَۙ ١٣٧ وَبِالَّيْلِۗ اَفَلَا تَعْقِلُوْنَ ࣖ ١٣٨ (الصّٰۤفّٰت)
Dan sesungguhnya kamu (penduduk Mekah) benar-benar akan melalui (bekas-bekas) mereka pada waktu pagi, dan pada waktu malam. Maka mengapa kamu tidak mengerti? (aṣ-Ṣāffāt/37: 137-138)
Sumber: Al-Qur'an dan tafsir Kementerian Agama RI.