Tafsir ayat 79
فَتَوَلّٰى عَنْهُمْ وَقَالَ يٰقَوْمِ لَقَدْ اَبْلَغْتُكُمْ رِسَالَةَ رَبِّيْ وَنَصَحْتُ لَكُمْ وَلٰكِنْ لَّا تُحِبُّوْنَ النّٰصِحِيْنَ
Fa tawallā ‘anhum wa qāla yā qaumi laqad ablagtukum risālata rabbī wa naṣaḥtu lakum wa lākil lā tuḥibbūnan-nāṣiḥīn(a).
Maka, dia (Saleh) meninggalkan mereka seraya berkata, “Wahai kaumku, sungguh aku telah menyampaikan kepadamu risalah (amanat) Tuhanku dan aku telah menasihatimu, tetapi kamu tidak menyukai para pemberi nasihat.”
Tafsir tahlili
Setelah kaum Ṣamūd binasa akibat disambar petir, ayat ini menerangkan bahwa Nabi Saleh dengan rasa haru dan sedih berkata kepada mereka yang sudah mati, bahwa dia sesungguhnya telah menyampaikan amanat Tuhannya dan telah cukup memberi nasihat kepada mereka namun mereka tidak suka menerima nasihat. Seruan Nabi Saleh ini yang ditujukan kepada kaumnya yang telah mati itu menunjukkan betapa cintanya kepada kaumnya. Hal mana mengingatkan kita kepada seruan Nabi Muhammad terhadap sebagian orang-orang Quraisy yang telah mati dan sudah dikuburkan dalam Perang Badar. Rasulullah berkata:
يَا اَبَا جَهْلِ بْنِ هِشَامٍ، يَا عُتْبَةُ بْنِ رَبِيْعَةَ يَا شَيْبَةُ بْنِ رَبِيْعَةَ وَيَا فُلاَنُ بْنِ فُلاَنٍ وَفُلاَنُ بْنِ فُلاَنٍ: هَلْ وَجَدْتُمْ مَا وَعَدَ رَبُّكُمْ حَقًّا فَاِنِّى وَجَدْتُ مَا وَعَدَنِى رَبِّى حَقًّا؟ فَقَالَ لَهُ عُمَرُ: يَا رَسُوْلَ اللّٰهِ، مَا تُكَلِّمُ مِنْ أَقْوَامٍ قَدْ جَيَّفُوْا ؟ فَقَالَ رَسُوْلُ اللّٰهِ صَلىَّ اللّٰهُعَلَيْهِ وَسَلَّمَّ: وَالَّذِيْ نَفْسِيْ بِيَدِهِ مَا أَنْتُمْ بِأَسْمَعَ لِمَا أَقُوْلُ مِنْهُمْ وَلَكِنْ لاَ يُجِيْبُوْنَ (رواه البخاري ومسلم عن ابي طلحة الانصاري ).
“Wahai Abu Jahal bin Hisyam, wahai Utbah bin Rabi’ah. Wahai Syaibah bin Rabi’ah dan wahai Fulan anak Fulan, Adakah sekarang ini kamu menemukan apa-apa yang dijanjikan Allah itu benar? Karena aku telah menemukan apa yang dijanjikan Tuhanku itu benar. Umar berkata, “Ya Rasulullah, apa guna berbicara dengan tubuh yang tidak bernyawa?” Rasulullah menjawab, “Demi Tuhan dimana diriku tergantung pada-Nya. Kamu tidaklah lebih mendengar dari mereka terhadap apa yang aku katakan. Tetapi mereka tidak dapat menjawab.” (Riwayat al-Bukhārī dan Muslim dari Abu ṭalḥah al-Anṣari).
Ayat 79 ini tidak mengutarakan bahwa Nabi Saleh menghindar dari kaumnya sebelum datang azab Allah, demikian juga tidak mengutarakan tentang nasib sebagian kaum Ṣamūd yang beriman kepada Nabi Saleh. Namun ayat 79 ini jelas mengutarakan bahwa Nabi Saleh diselamatkan oleh Allah. Ibnu Kaṡīr menerangkan bahwa Allah menyelamatkan Nabi Saleh dan pengikutnya dari azab tersebut kemudian pergi dan tinggal di Haran.
Sumber: Al-Qur'an dan tafsir Kementerian Agama RI.