Tafsir ayat 206
اِنَّ الَّذِيْنَ عِنْدَ رَبِّكَ لَا يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِهٖ وَيُسَبِّحُوْنَهٗ وَلَهٗ يَسْجُدُوْنَ ࣖ ۩
Innal-lażīna ‘inda rabbika lā yastakbirūna ‘an ‘ibādatihī wa yusabbiḥūnahū wa lahū yasjudūn(a).
Sesungguhnya (malaikat) yang ada di sisi Tuhanmu tidak menyombongkan diri dari ibadah kepada-Nya dan mereka menyucikan-Nya. Hanya kepada-Nya mereka bersujud.303)
303) Ini adalah salah satu ayat sajdah yang disunahkan bagi kita untuk bersujud setelah membaca atau mendengarnya, baik di dalam salat maupun di luar salat. Sujud ini dinamakan sujud tilawah.
Tafsir tahlili
Dalam ayat ini Allah menjelaskan bahwa malaikat yang kedudukannya mulia di sisi Tuhan tiadalah merasa berat dan enggan menyembah Allah. Hendaklah manusia mencontoh ketaatan malaikat itu kepada Tuhan. Para malaikat itu selalu mensucikan Allah dari sifat-sifat yang tidak layak bagi-Nya, dan dari menyembah berhala-berhala. Para malaikat sujud dan salat kepada Allah swt.
Ayat ini termasuk ayat sajadah yang pertama dalam Al-Qur’an. Di sunatkan bagi orang Islam melakukan sujud setelah membaca atau mendengar ayat ini dibacakan.
Abu Darda’ meriwayatkan sebagai berikut:
إِنَّهُ صَلَّى اللّٰهُعَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَدَّهَا فِيْ سَجَدَاتِ الْقُرْاٰنِ (رواه ابن ماجه)
“Bahwasanya Rasulullah saw memandang ayat ini salah satu ayat sajadah dalam Al-Qur’an”. (Riwayat Ibnu Mājah)
Sumber: Al-Qur'an dan tafsir Kementerian Agama RI.