Tafsir ayat 144
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَتَّخِذُوا الْكٰفِرِيْنَ اَوْلِيَاۤءَ مِنْ دُوْنِ الْمُؤْمِنِيْنَ ۚ اَتُرِيْدُوْنَ اَنْ تَجْعَلُوْا لِلّٰهِ عَلَيْكُمْ سُلْطٰنًا مُّبِيْنًا
Yā ayyuhal-lażīna āmanū lā tattakhiżul-kāfirīna auliyā'a min dūnil-mu'minīn(a), aturīdūna an taj‘alū lillāhi ‘alaikum sulṭānam mubīnā(n).
Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menjadikan orang-orang kafir sebagai teman setia175) dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Apakah kamu ingin memberi alasan yang jelas bagi Allah (untuk menjatuhkan hukuman) atasmu?
175) Lihat catatan kaki surah Āli ‘Imrān (3): 28.
Tafsir tahlili
Di dalam ayat-ayat yang lalu dijelaskan sifat-sifat orang munafik yang tidak tetap pendiriannya, yang kadang-kadang berpihak kepada kaum Muslimin, kadang-kadang berpihak kepada orang-orang kafir. Allah mencela perbuatan mereka bersekongkol dengan orang kafir. Kemudian ayat-ayat berikut ini melarang kaum Muslimin meniru perbuatan orang munafik dan menjadikan orang kafir sebagai orang kepercayaan.
Sumber: Al-Qur'an dan tafsir Kementerian Agama RI.