Surah ke-37
الصّٰۤفّٰت
Aṣ-Ṣāffāt
“Barisan-Barisan”
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
Pengantar surah
Surah ini merupakan surah ke-37 dalam Al-Qur’an dan termasuk dalam kelompok surah-surah Makkiyyah, diturunkan sesudah Surah al-An‘ām. Ia terdiri dari 182 ayat.
Nama surah ini diambil dari kata-kata “aṣ-Ṣāffāt” yang terdapat pada ayat yang pertama, aṣ-Ṣāffāt berarti “yang berbaris-baris”.
Pada permulaan surah ini diterangkan keadaan malaikat yang berbaris-baris dengan jiwa yang bersih di hadapan Tuhan, tidak dapat digoda oleh iblis dan setan.
Ini semua dikemukakan untuk menjadi pelajaran dan kaca perbandingan tentang ketaatan dan penghambaan diri yang tulus ikhlas kepada Allah swt.
Pokok-pokok Isinya:
1. Keimanan:
Pada bagian ini dibentangkan dalil-dalil tentang kemahaesaan Allah dan tentang adanya hari Kebangkitan, Padang Mahsyar di hari Kiamat, dan tentang malaikat yang selalu bertasbih kepada Allah.
2. Kisah-kisah:
Tentang Nabi Nuh, Ismail, Musa, Harun, Ilyas, Lut, dan Yunus.
3. Lain-lain:
Sikap orang-orang kafir terhadap Al-Qur’an, saling tuduh-menuduh antara kaum kafir dan para pengikut mereka pada hari Kiamat; kenikmatan di surga yang diperoleh orang-orang yang beriman; kisah tentang pohon zaqqum; celaan terhadap orang-orang yang mengatakan bahwa Allah mempunyai anak; penjelasan bahwa yang baik belum tentu menurunkan keturunan yang baik pula.
- 1
وَالصّٰۤفّٰتِ صَفًّاۙ
Waṣ-ṣāffāti ṣaffā(n).
Demi (rombongan malaikat) yang berbaris bersaf-saf, (untuk beribadah kepada Allah),
Tafsir lengkapJuz 23 · Hal. 446Tafsir ringkas
Bila pada akhir Surah Yasin Allah menjelaskan keesaan dan kekuasaan-Nya pada hari Kiamat, pada permulaan surah ini Allah menegaskan bukti kekuasaan-Nya di alam raya. Demi rombongan malaikat yang berbaris bersaf-saf dengan rapi dalam melaksanakan tugas dan perintah Allah;
- 2
فَالزّٰجِرٰتِ زَجْرًاۙ
Faz-zājirāti zajrā(n).
demi (rombongan malaikat) yang mencegah (segala sesuatu) dengan sungguh-sungguh,