Tafsir ayat 80
يٰبَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ قَدْ اَنْجَيْنٰكُمْ مِّنْ عَدُوِّكُمْ وَوٰعَدْنٰكُمْ جَانِبَ الطُّوْرِ الْاَيْمَنَ وَنَزَّلْنَا عَلَيْكُمُ الْمَنَّ وَالسَّلْوٰى
Yā banī isrā'īla qad anjainākum min ‘aduwwikum wa wā‘adnākum jānibaṭ-ṭūril-aimana wa nazzalnā ‘alaikumul-mannā was-salwā.
Wahai Bani Israil, sungguh Kami telah menyelamatkanmu dari musuhmu, mengadakan perjanjian denganmu (untuk bermunajat) di sebelah kanan gunung itu (gunung Sinai), dan menurunkan kepadamu474) manna dan salwa.475)
474) Ayat ini ditujukan kepada orang Yahudi pada zaman Nabi Muhammad saw., sedangkan yang dimaksud kamu pada ayat ini adalah nenek moyang mereka. 475) Lihat penjelasan tentang manna dan salwa pada catatan kaki surah al-Baqarah (2): 57.
Tafsir tahlili
Ayat ini menerangkan bahwa Allah telah mengaruniakan kepada Bani Israil tiga macam nikmat.
1. Mereka diselamatkan-Nya dari kekejaman musuhnya yaitu Fir‘aun dan kaumnya. Ketika Fir‘aun menimpakan kepada Bani Israil siksaan yang seberat-beratnya, mereka menyembelih anak laki-laki, dan membiarkan hidup anak-anak perempuan, dan ketika Allah menenggelamkan Fir‘aun dan tentaranya sedang Musa melihatnya. Sebagaimana firman Allah:
وَاِذْ نَجَّيْنٰكُمْ مِّنْ اٰلِ فِرْعَوْنَ يَسُوْمُوْنَكُمْ سُوْۤءَ الْعَذَابِ يُذَبِّحُوْنَ اَبْنَاۤءَكُمْ وَيَسْتَحْيُوْنَ نِسَاۤءَكُمْ ۗ وَفِيْ ذٰلِكُمْ بَلَاۤءٌ مِّنْ رَّبِّكُمْ عَظِيْمٌ ٤٩ وَاِذْ فَرَقْنَا بِكُمُ الْبَحْرَ فَاَنْجَيْنٰكُمْ وَاَغْرَقْنَآ اٰلَ فِرْعَوْنَ وَاَنْتُمْ تَنْظُرُوْنَ ٥٠
Dan (ingatlah) ketika Kami menyelamatkan kamu dari (Fir‘aun dan) pengikut-pengikut Fir‘aun. Mereka menimpakan siksaan yang sangat berat kepadamu. Mereka menyembelih anak-anak laki-lakimu dan membiarkan hidup anak-anak perempuanmu. Dan pada yang demikian itu merupakan cobaan yang besar dari Tuhanmu. Dan (ingatlah) ketika Kami membelah laut untukmu, sehingga kamu dapat Kami selamatkan dan Kami tenggelamkan (Fir‘aun dan) pengikut-pengikut Fir‘aun, sedang kamu menyaksikan. (al-Baqarah/2: 49 dan 50)
2. Musa berbicara langsung dengan Tuhannya di sebelah kanan gunung Sinai dan Allah menurunkan Taurat kepadanya yang merinci dengan jelas syariat-Nya.
3. Mereka dianugerahi Mann yaitu makanan seperti madu, rasanya manis sekali, warnanya putih seperti es, dan Salwā yaitu burung sebangsa puyuh yang enak dagingnya, ketika mereka tersesat di padang luas. Makanan ini tersedia dari fajar sampai matahari terbit.
Sumber: Al-Qur'an dan tafsir Kementerian Agama RI.