Tafsir ayat 11
وَاَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ ࣖ
Wa ammā bini‘mati rabbika fa ḥaddiṡ.
Terhadap nikmat Tuhanmu, nyatakanlah (dengan bersyukur).
Tafsir tahlili
Dalam ayat ini, Allah menegaskan lagi kepada Nabi Muhammad agar memperbanyak pemberiannya kepada orang-orang fakir dan miskin serta mensyukuri, menyebut, dan mengingat nikmat Allah yang telah dilimpahkan kepadanya. Menyebut-nyebut nikmat Allah yang telah dilimpahkan kepada kita bukanlah untuk membangga-banggakan diri, tetapi untuk mensyukuri dan mengharapkan orang lain mensyukuri pula nikmat yang telah diperolehnya. Dalam sebuah hadis, Nabi saw mengatakan:
لاَ يَشْكُرُ اللّٰهَ مَنْ لاَ يَشْكُرُ النَّاسَ. (رواه أبو داود والترمذي عن أبي هريرة)
Orang yang tidak berterima kasih kepada manusia tidak mensyukuri Allah. (Riwayat Abū Dāwud dan at-Tirmiżī dari Abū Hurairah)
Kebiasaan orang-orang kikir sering menyembunyikan harta kekayaannya untuk menjadi alasan tidak bersedekah, dan mereka selalu memperdengarkan kekurangan. Sebaliknya, orang-orang dermawan senantiasa menampakkan pemberian dan pengorbanan mereka dari harta kekayaan yang dianugerahkan kepada mereka dengan menyatakan syukur dan terima kasih kepada Allah atas limpahan karunia-Nya itu.
Sumber: Al-Qur'an dan tafsir Kementerian Agama RI.