Tafsir ayat 8
فِيْٓ اَيِّ صُوْرَةٍ مَّا شَاۤءَ رَكَّبَكَۗ
Fī ayyi ṣūratim mā syā'a rakkabak(a).
Dalam bentuk apa saja yang dikehendaki, Dia menyusun (tubuh)-mu.
Tafsir tahlili
Pada ayat ini, Allah menyebutkan bahwa penciptaan manusia sesuai dengan kehendaknya. Ada manusia yang berkulit putih, kuning, hitam, kuning langsat, dan lain-lain. Ada manusia yang berambut lurus, keriting, berwarna hitam, pirang, coklat, dan sebagainya. Ada juga manusia yang berpostur tubuh tinggi, langsing, tinggi besar, pendek kecil, dan sebagainya. Namun demikian, yang layak diingat bahwa meskipun manusia memiliki sifat dan bentuk yang secara prinsip sama, tapi tetap ada yang berbeda antara yang satu dengan yang lain.
بَلٰى قٰدِرِيْنَ عَلٰٓى اَنْ نُّسَوِّيَ بَنَانَهٗ ٤
(Bahkan) Kami mampu menyusun (kembali) jari-jemarinya dengan sempurna. (al-Qiyāmah/75: 4)
Tinjauan ilmiah ayat- 7-8: Allah telah menjadikan susunan tubuh manusia seimbang. Bila kita melihat morfologi (bentuk tubuh fisik manusia) dari depan, akan jelas tampak sekali keseimbangan itu. Morfologi manusia tampak simetris dan seimbang apabila kita tarik garis tengah dari kepala, -melalui titik tengahnya-, sampai ke bawah, akan tampak keseimbangan susunan fisik tubuh manusia itu. Belahan kiri dan kanan seolah merupakan bayangan cermin satu dengan yang lainnya. Masing-masing belahan mempunyai satu mata, satu telinga, satu lubang hidung, satu kuping, satu tangan, dan satu kaki, yang satu belahan dengan belahan yang lainnya, merupakan bayangan cermin yang simetris seimbang.
Allah telah menganugerahkan sistem syaraf pada manusia, yang berfungsi untuk mengatur keseimbangan dan kesetimbangan tubuh manusia, serta kemampuan manusia untuk berorientasi pada ruang 3 dimensi. Sistem syaraf yang mengatur keseimbangan manusia itu berada di dalam Sistem Syaraf Perifer (SSP) manusia. Dalam SSP terdapat sistem syaraf yang mengatur keseimbangan tubuh manusia, yaitu yang dikenal dengan syaraf ke-VIII, atau disebut pula Vestibulocochlear nerve (syaraf “siput-telinga” depan). Syaraf ke-VIII ini mempunyai fungsi bagi adanya balance (keseimbangan), equillibrium (kesetimbangan), serta orientation in three-dimensional space (orientasi dalam ruang tiga dimensi), (Nerves and Nervous Systems dalam The New Encyclopaedia Britannica, Vol. 24, Macropaedia, 2005, p. 817).
Dalam mekanisme faali (fisiologik) manusia, Allah juga telah melengkapi manusia dengan dua sistem syaraf, di mana antara yang satu sama lain saling menyeimbangkan. Di dalam SSP tersebut terdapat pula Susunan Syaraf Otonom yang terdiri dari Sistem Syaraf Simpati (Sympathetic Nervous System, SNS) dan Sistem Syaraf Parasimpati (Parasympathetic Nervous System, PNS), yang kedua sistem saraf itu bekerja antagonistik, namun saling menyeimbangkan satu sama lainnya. Fungsi SNS adalah merespon kondisi stress yang dihadapi manusia, dengan mengeluarkan hormon (neurotransmitter), adreanaline (epinephrine), dan noradrenaline (norepinephrine). Dengan adanya kedua hormon ini, maka tekanan darah naik, denyut jantung bertambah cepat (tachy-cardia), pembuluh darah otot-tulang melebar (skeletal muscle vasodilatation), pembuluh darah pada perut-usus menyempit (gastrointestinal vasoconstriction), pupil mata melebar (puppillary dilatation), paru-paru melebar (broncheal dilatation). Sedangkan fungsi PSN adalah sebaliknya dari SNS tadi. PNS akan mengeluarkan hormon (neurotransmitter): acetylcholine. Adanya hormon ini akan menyebabkan: tekanan darah menurun, denyut jantung menjadi lambat (brady-cardia), pupil-mata menyempit. Kedua sistem syaraf ini: SNS dan PNS saling bekerja komplemeter, bagi berjalannya proses-proses fisiologik (faali) manusia, untuk menjaga kelangsungan hidupnya. (Nerves and Nervous Systems dalam The New Encyclopaedia Britannica, Vol. 24, Macropaedia, 2005, p. 818-820).
Sumber: Al-Qur'an dan tafsir Kementerian Agama RI.