Tafsir ayat 11
ذَرْنِيْ وَمَنْ خَلَقْتُ وَحِيْدًاۙ
Żarnī wa man khalaqtu waḥīdā(n).
Biarkanlah Aku (yang bertindak) terhadap orang yang Aku ciptakan dia dalam kesendirian.733)
733) Ayat ini dan beberapa ayat berikutnya diturunkan mengenai al-Walid bin al-Mugirah, pemimpin kafir Quraisy, yang sebelumnya tidak memiliki apa-apa.
Tafsir tahlili
Dalam ayat ini, Allah mengungkapkan bahwa Dialah yang akan berbuat sesuatu terhadap orang yang telah diciptakan-Nya sendiri. Dia telah menciptakan dan mengeluarkannya dari perut ibunya, tanpa harta bahkan tanpa anak. Lalu Dia menganugerahkan rezeki kepadanya, dan kepandaian memimpin kaumnya. Akan tetapi, dia membangkang kepada-Nya.
Ayat ini menyebutkan kata-kata “waḥīd” (satu-satunya), sebagai sindiran kepada al-Walīd yang bergelar waḥīd, sebab dialah yang paling menonjol di kalangan kaumnya karena kekayaan, pangkat, dan harta yang dimilikinya. Al-Walīd memiliki kebun ladang serta areal peternakan yang luas antara Mekah dan Ṭā'if. Ia mempunyai unta, kuda, kambing, dan budak belian. Mempunyai tujuh orang anak yang perkasa (tiga di antaranya masuk Islam, yaitu Khālid, Hisyām, dan ‘Imārah). Menurut Mujāhid, putranya 10 orang. Lebih dari itu, Allah telah menganugerahkan usia panjang dengan kekayaan yang cukup kepada al-Walīd itu (wafat dalam usia 90 tahun), dihormati dan disegani kaumnya.
Sumber: Al-Qur'an dan tafsir Kementerian Agama RI.