Surah ke-68
القلم
Al-Qalam
“Pena”
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
Pengantar surah
Surah ini terdiri dari 52 ayat, termasuk kelompok surah Makkiyyah, diturunkan sesudah Surah al-‘Alaq.
Nama al-Qalam yang artinya qalam atau pena, diambil dari kata al-qalam yang terdapat pada ayat pertama surah ini. Surah ini dinamai pula dengan “Nūn” (huruf nun), yang diambil dari huruf pertama yang terdapat pada permulaan ayat-ayat surah ini.
Pokok-pokok Isinya:
Nabi Muhammad bukanlah orang yang gila, melainkan manusia yang berbudi pekerti yang agung; larangan bertoleransi dalam bidang kepercayaan; larangan mengikuti sifat-sifat orang yang dicela Allah; nasib yang dialami orang-orang yang tidak bersyukur terhadap nikmat Allah; kecaman-kecaman Allah kepada mereka yang ingkar dan azab yang akan menimpa mereka; Al-Qur’an adalah peringatan bagi seluruh umat.
- 1
نۤ ۚوَالْقَلَمِ وَمَا يَسْطُرُوْنَۙ
Nūn, wal-qalami wa mā yasṭurūn(a).
Nūn. Demi pena dan apa yang mereka tuliskan,
Tafsir lengkapJuz 29 · Hal. 564Tafsir ringkas
Akhir surah sebelumnya, berbicara tentang dua kelompok yang saling bertolak belakang. satu dibinasakan dan satu diselamatkan. Di awal surah ini dijelaskan sifat siapa yang akan mendapat keselamatan dan siapa yang akan mendapat azab. Nun. Demi pena yang biasa digunakan untuk menulis oleh malaikat atau oleh siapa pun, dan juga demi apa yang mereka tuliskan.
- 2
مَآ اَنْتَ بِنِعْمَةِ رَبِّكَ بِمَجْنُوْنٍ
Mā anta bini‘mati rabbika bimajnūn(in).
berkat karunia Tuhanmu engkau (Nabi Muhammad) bukanlah orang gila.