Tafsir ayat 55
فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكَ تَتَمَارٰى
Fa bi'ayyi ālā'i rabbika tatamārā.
Maka, nikmat Tuhanmu yang manakah yang masih kamu ragukan?
Tafsir tahlili
Allah menyatakan dalam bentuk pertanyaan kepada manusia tentang nikmat-Nya yang manakah, yang masih diragukan, dalam ayat-ayat berikut ini yang sama maksudnya.
يٰٓاَيُّهَا الْاِنْسَانُ مَا غَرَّكَ بِرَبِّكَ الْكَرِيْمِۙ ٦
Wahai manusia! Apakah yang telah memperdayakan kamu (berbuat durhaka) terhadap Tuhanmu Yang Mahamulia. (al-Infiṭār/82: 6)
وَكَانَ الْاِنْسَانُ اَكْثَرَ شَيْءٍ جَدَلًا
Tetapi manusia adalah memang yang paling banyak membantah. (al-Kahf/18: 54)
فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ ١٦
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan? (ar-Raḥmān/55: 16)
Pada hakikatnya musibah yang menimpa itu dapat membawa manusia kepada kesadaran bagi mereka yang memperhatikannya. Semua nikmat itu adalah bukti yang nyata atas ke-Esaan Allah.
Sumber: Al-Qur'an dan tafsir Kementerian Agama RI.