Tafsir ayat 47
وَالسَّمَاۤءَ بَنَيْنٰهَا بِاَيْىدٍ وَّاِنَّا لَمُوْسِعُوْنَ
Was-samā'a banaināhā bi'aidiw wa innā lamūsi‘ūn(a).
Langit Kami bangun dengan tangan (kekuatan Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar meluaskan(-nya).
Tafsir tahlili
Ayat ini menerangkan bahwa Allah swt telah menciptakan langit dengan bentuk indah yang menyatakan keagungan kekuasaan-Nya seperti diangkat-nya langit di atas dengan kekuasaan-Nya, dijadikan laksana atap yang tinggi dan kokoh. Dan Allah swt kuasa atas semua itu, Dia tidak pernah lelah atau lesu dan tidak pernah pula merasa letih.
Secara tidak langsung ayat ini menyanggah ucapan orang-orang Yahudi yang mengatakan, bahwa Allah swt menjadikan langit dan bumi selama 6 (enam) hari, namun pada hari ketujuh Allah beristirahat dan berbaring di ‘Arasy-Nya karena letih.
Kata ‘langit’ banyak digunakan dalam berbagai ayat Al-Qur’an. Kata ini, dalam beberapa ayat mempunyai arti alam semesta. Demikian pula halnya pada ayat di atas.
Alam semesta bukanlah sesuatu yang statis. Alam semesta adalah sesuatu yang dinamis, selalu berubah, dan meluas. Hal ini terungkap setelah ilmu astronomi mengalami kemajuan yang sangat pesat. Keadaan demikian ini ternyata sudah disebutkan dalam Al-Qur’an 14 abad yang lalu, ketika ilmu astronomi masih sangat primitif.
Sampai dengan permulaan abad ke-20, alam semesta hanya diketahui sebagai sesuatu yang tercipta pada suatu saat yang tidak dapat diketahui masanya, dan mempunyai bentuk seperti apa yang dilihat saat ini. Penelitian, observasi dan perhitungan-perhitungan dengan menggunakan teknologi modern yang tersedia, mengungkapkan bahwa alam semesta memiliki permulaan, dan sampai saat ini secara teratur terus meluas.
Alam semesta adalah kosmos, yaitu ruang angkasa serta semua benda langit yang terdapat di dalamnya, termasuk semua galaksi (tata bintang), baik yang sudah diketahui maupun belum diketahui manusia.
Alam semesta, atau alam raya, tidak dapat dibayangkan luasnya. Para ilmuwan mengukur jarak di alam semesta dengan ukuran tahun cahaya. Satu tahun cahaya sama dengan 9,46 triliun km. Bagian alam semesta paling jauh yang sudah “diketahui” manusia adalah pada jarak 15 milyar tahun cahaya. Pada jarak itu ditemukan banyak gugus super galaksi yang jumlahnya tak terhitung. Bintang yang paling dekat dengan matahari berjarak sekitar 4,3 tahun cahaya dari bumi. Matahari dan semua bintang yang dapat kita lihat dengan mata telanjang terdapat dalam gugus galaksi tatasurya, atau dinamakan gugus bimasakti. Di seluruh alam raya ini, terdapat bermiliar galaksi yang sedang bergerak saling menjauh dengan cepat.
Galaksi diperkirakan memenuhi ruang angkasa sampai jarak 10.000 juta tahun cahaya dari bumi. Jika dalam satu detik, cahaya menempuh jarak 200.000 km, berapa luas ruang angkasa sebenarnya?
Allah meluaskan alam raya sebegitu luasnya sejak diciptakan. Meluasnya alam terus berlangsung sepanjang masa. Hal ini sesuai dengan teori ekspansi yang menyebutkan bahwa nebulae, calon bintang, menjauh dari galaksi bimasakti dengan kecepatan yang berbeda-beda. Bahkan, benda-benda langit dalam satu galaksi pun sedang saling menjauh satu sama lain.
Sumber: Al-Qur'an dan tafsir Kementerian Agama RI.