Tafsir ayat 29
فَمَا بَكَتْ عَلَيْهِمُ السَّمَاۤءُ وَالْاَرْضُۗ وَمَا كَانُوْا مُنْظَرِيْنَ ࣖ
Famā bakat ‘alaihimus-samā'u wal-arḍ(u), wa mā kānū munẓarīn(a).
Langit dan bumi tidak menangisi mereka dan mereka pun tidak diberi penangguhan waktu.
Tafsir tahlili
Langit dan bumi tidak menangisi kepergian dan kehancuran Fir‘aun dan kaumnya. Tidak sesuatu pun baik di langit maupun di bumi yang menghiraukan kematian Fir‘aun dan kaumnya yang jahat dan durjana itu. Mereka tidak mau bertobat memperbaiki kesalahan-kesalahan mereka, oleh karenanya azab disegerakan tanpa ada penangguhan. Abu Ya‘la meriwayatkan dalam al-Musnad, demikian pula Abu Nu‘aim dalam kitab Ḥilyatul Auliyā’:
عَنْ أَنَس بْنِ مَالِك أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: مَا مِنْ مُسْلِمٍ اِلَّا لَهُ بَابَانِ فِى السَّمَاءِ .بَابٌ يَنْزِلُ مِنْهُ رِزْقُهُ وَبَابٌ يَدْخُلُ فِيْهِ عَمَلُهُ وَكَلَامُهُ فَاِذَا فَقَدَاهُ بَكَيَا عَلَيْهِ
Dari Anas bin Malik, Rasulullah bersabda: Setiap Muslim mempunyai dua pintu di langit; pintu tempat turun rezekinya dan pintu tempat masuk amal dan ucapannya, bila keduanya tidak ada maka menangislah kedua pintu tersebut.
Sumber: Al-Qur'an dan tafsir Kementerian Agama RI.