Tafsir ayat 38
فَاِنِ اسْتَكْبَرُوْا فَالَّذِيْنَ عِنْدَ رَبِّكَ يُسَبِّحُوْنَ لَهٗ بِالَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَهُمْ لَا يَسْـَٔمُوْنَ ۩
Fa inistakbarū fal-lażīna ‘inda rabbika yusabbiḥūna lahū bil-laili wan-nahāri wa hum lā yas'amūn(a).
Jika mereka (orang-orang musyrik) menyombongkan diri (enggan bersujud kepada-Nya), mereka (malaikat) yang (berada) di sisi Tuhanmu selalu bertasbih kepada-Nya pada malam dan siang hari tanpa pernah jemu.
Tafsir tahlili
Kemudian Allah memperingatkan Nabi Muhammad bahwa jika orang-orang musyrik yang menyembah bintang-bintang itu bersikap angkuh dan tidak mengindahkan seruannya, biarkan saja mereka dengan kesesatan yang mereka lakukan itu. Allah tidak memerlukan mereka sedikit pun. Mereka beriman atau tidak beriman tidak ada artinya bagi Allah sedikit pun.
Allah melanjutkan peringatan-Nya bahwa para makhluk yang berada di sisi-Nya lebih baik dari orang-orang musyrik itu, tidak ada yang bersikap angkuh dan menyombongkan diri kepada-Nya. Mereka senantiasa bertasbih, salat siang dan malam, dan sedikit pun mereka tidak pernah merasa jemu.
Allah berfirman:
وَتَرَى الْمَلٰۤىِٕكَةَ حَاۤفِّيْنَ مِنْ حَوْلِ الْعَرْشِ يُسَبِّحُوْنَ بِحَمْدِ رَبِّهِمْۚ وَقُضِيَ بَيْنَهُمْ بِالْحَقِّ وَقِيْلَ الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ ࣖ ٧٥ (الزمر)
Dan engkau (Muhammad) akan melihat malaikat-malaikat melingkar di sekeliling ‘Arasy, bertasbih sambil memuji Tuhannya; lalu diberikan keputusan di antara mereka (hamba-hamba Allah) secara adil dan dikatakan, “Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam.” (az-Zumar/39: 75)
Sumber: Al-Qur'an dan tafsir Kementerian Agama RI.