Tafsir ayat 83
فَلَمَّا جَاۤءَتْهُمْ رُسُلُهُمْ بِالْبَيِّنٰتِ فَرِحُوْا بِمَا عِنْدَهُمْ مِّنَ الْعِلْمِ وَحَاقَ بِهِمْ مَّا كَانُوْا بِهٖ يَسْتَهْزِءُوْنَ
Falammā jā'athum rusuluhum bil-bayyināti fariḥū bimā ‘indahum minal-‘ilmi wa ḥāqa bihim mā kānū bihī yastahzi'ūn(a).
Ketika para rasul datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka merasa senang dengan pengetahuan yang ada pada mereka. (Pada saat itulah) mereka dikepung oleh (azab) yang dahulu mereka perolok-olokkan.
Tafsir tahlili
Dalam ayat ini disebutkan bahwa kepada umat-umat terdahulu telah datang rasul-rasul yang diutus Allah dengan membawa dalil-dalil dan keterangan-keterangan yang kuat dan nyata. Akan tetapi, mereka tetap mengingkarinya bahkan menentang seruan para rasul itu. Mereka memper-lihatkan kepada para rasul itu betapa kuatnya keyakinan mereka terhadap agama yang mereka anut. Mereka menyangka bahwa ilmu yang mereka peroleh itu adalah ilmu yang tiada tara sehingga mereka memperolok-olokkan para rasul itu. Orang-orang kafir itu akan ditimpa azab yang berat di akhirat.
Ucapan-ucapan mereka itu disebutkan dalam firman Allah:
وَمَا يُهْلِكُنَآ اِلَّا الدَّهْرُۚ
… Dan tidak ada yang membinasakan kita selain masa. (al-Jāṡiyah/45: 24)
Dan firman Allah:
لَوْ شَاۤءَ اللّٰهُ مَآ اَشْرَكْنَا وَلَآ اٰبَاۤؤُنَا
…Jika Allah menghendaki, tentu kami tidak akan mempersekutukan-Nya, begitu pula nenek moyang kami… (al-An‘ām/6: 148)
Sumber: Al-Qur'an dan tafsir Kementerian Agama RI.