Tafsir ayat 22
ذٰلِكَ بِاَنَّهُمْ كَانَتْ تَّأْتِيْهِمْ رُسُلُهُمْ بِالْبَيِّنٰتِ فَكَفَرُوْا فَاَخَذَهُمُ اللّٰهُ ۗاِنَّهٗ قَوِيٌّ شَدِيْدُ الْعِقَابِ
Żālika bi'annahum kānat ta'tīhim rusuluhum bil-bayyināti fakafarū fa'akhażahumullāh(u), innahū qawiyyun syadīdul-‘iqāb(i).
Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya rasul-rasul telah datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata666) lalu mereka ingkar. Maka, Allah mengazab mereka. Sesungguhnya Dia Maha Kuat lagi Maha Keras hukuman-Nya.
666) Maksud bukti-bukti yang nyata adalah mukjizat, hukum-hukum, dan ajaran yang dibawanya.
Tafsir tahlili
Sebab utama Allah menjatuhkan azab itu adalah kekafiran mereka. Mereka tidak mau menerima kebenaran yang dibawa para rasul, bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, manusia perlu berbuat baik dalam hidup di dunia ini, dan adanya hari kemudian tempat manusia menerima balasan perbuatannya.
Apa yang disampaikan para nabi itu adalah kebenaran sejati dan tidak dapat dibantah, tetapi mereka menentangnya. Bila Allah menghukum, maka hukuman-Nya amat keras. Karena pembangkangan itu, Allah menghancurkan mereka. Itulah akibat pembangkangan terhadap kebenaran agama. Peristiwa-peristiwa itu hendaknya menjadi pelajaran bagi kaum kafir Mekah yang membangkang kepada ajakan Nabi Muhammad. Mereka hendaknya segera sadar dan berhenti dari kedurhakaan mereka karena mereka pun bisa mengalami nasib yang sama seperti umat-umat terdahulu itu.
Sumber: Al-Qur'an dan tafsir Kementerian Agama RI.