Tafsir ayat 22
وَمَنْ اَظْلَمُ مِمَّنْ ذُكِّرَ بِاٰيٰتِ رَبِّهٖ ثُمَّ اَعْرَضَ عَنْهَا ۗاِنَّا مِنَ الْمُجْرِمِيْنَ مُنْتَقِمُوْنَ ࣖ
Wa man aẓlamu mimman żukkira bi'āyāti rabbihī ṡumma a‘raḍa ‘anhā, innā minal-mujrimīna muntaqimūn(a).
Siapakah yang lebih zalim daripada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat Tuhannya, kemudian dia berpaling darinya? Sesungguhnya Kami akan memberikan balasan kepada para pendosa.
Tafsir tahlili
Allah menerangkan bahwa orang yang paling zalim di sisi-Nya ialah orang yang telah sampai kepadanya peringatan Allah, ayat-ayat Al-Qur’an, dan petunjuk rasul, tetapi mereka berpaling dari ajaran dan petunjuk itu karena angkuh dan penyakit dengki yang ada di dalam hatinya.
Pada akhir ayat ini ditegaskan bahwa Allah akan menyiksa dengan azab yang pedih setiap orang yang berbuat dosa dan maksiat.
Diriwayatkan oleh Ibnu Jarīr aṭ-Ṭabarī dari Mu’āż bin Jabal, ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah bersabda:
ثَلَاثٌ مَنْ فَعَلَهُنَّ فَقَدْ اَجْرَمَ: مَنْ عَقَدَ لِوَاءً فِى غَيْرِ حَقٍّ اَوْ اَعَقَّ وَالِدَيْهِ اَوْ اَمْسَى مَعَ ظَالِمٍ يَنْصُرُهُ. يَقُوْلُ اللّٰهُ: اِنَّا مِنَ الْمُجْرِمِيْنَ مُنْتَقِمُوْنَ. (رواه ابن جرير عن معاذ بن جبل)
Tiga perkara, barang siapa yang mengerjakannya, maka sesungguhnya ia telah mengerjakan perbuatan dosa: barang siapa yang telah bertekad ikut berperang di jalan yang tidak benar atau mendurhakai kedua orang ibu bapaknya atau orang yang berjalan beserta orang-orang yang zalim lalu ia menolong orang yang zalim itu. Allah berfirman, “Sesungguhnya Kami akan memberikan pembalasan kepada orang-orang yang berdosa.” (Riwayat Ibnu Jarīr aṭ-Ṭabarī dari Mu’āż bin Jabal)
Sumber: Al-Qur'an dan tafsir Kementerian Agama RI.