Tafsir ayat 12
وَاَدْخِلْ يَدَكَ فِيْ جَيْبِكَ تَخْرُجْ بَيْضَاۤءَ مِنْ غَيْرِ سُوْۤءٍۙ فِيْ تِسْعِ اٰيٰتٍ اِلٰى فِرْعَوْنَ وَقَوْمِهٖۗ اِنَّهُمْ كَانُوْا قَوْمًا فٰسِقِيْنَ
Wa adkhil yadaka fī jaibika takhruj baiḍā'a min gairi sū'(in), fī tis‘i āyātin ilā fir‘auna wa qaumih(ī), innahum kānū qauman fāsiqīn(a).
Masukkanlah tanganmu ke leher bajumu,544) ia akan keluar (dalam keadaan bercahaya) putih bukan karena cacat. (Kedua mukjizat ini) termasuk sembilan macam mukjizat (yang akan ditunjukkan) kepada Fir‘aun dan kaumnya. Sesungguhnya mereka benar-benar kaum yang fasik.”
544) Yang dimaksud adalah meletakkan tangan ke dada melalui leher baju.
Tafsir tahlili
Pada ayat ini, Allah menunjukkan kekuasaan-Nya yang lain, setelah menunjukkan kekuasaan-Nya mengubah benda mati yang berada di tangan Musa menjadi makhluk hidup berupa ular. Kemudian Musa diperintahkan untuk memasukkan tangannya ke ketiak, melalui belahan leher bajunya. Ketika dikeluarkan, tangan itu mengeluarkan cahaya berwarna putih cemer-lang. Ini merupakan mukjizat kedua Musa.
Dua macam mukjizat Musa ini merupakan bagian dari sembilan mukjizat yang diberikan Allah kepadanya. Mukjizat ini menjadi bukti kepada Fir‘aun dan kaumnya bahwa Musa adalah utusan Allah untuk mengajak ke jalan yang benar dan diridai-Nya. Jumlah mukjizat Musa yang sembilan itu ditegaskan Allah dalam firman-Nya:
وَلَقَدْ اٰتَيْنَا مُوْسٰى تِسْعَ اٰيٰتٍۢ بَيِّنٰتٍ
Dan sungguh, Kami telah memberikan kepada Musa sembilan mukjizat yang nyata. (al-Isrā’/17: 101).
Musa diutus Allah dengan bermacam-macam kejadian yang luar biasa untuk menghadapi Fir‘aun dan kaumnya yang fasik, melampaui batas fitrah manusia. Bahkan Fir‘aun mengaku dirinya sebagai Tuhan dan dibenarkan pengakuannya ini oleh kaumnya. Hal ini disebutkan Allah dalam firman-Nya:
فَقَالَ اَنَا۠ رَبُّكُمُ الْاَعْلٰىۖ ٢٤
(Seraya) berkata, “Akulah tuhanmu yang paling tinggi.” (an-Nāzi’āt/79: 24).
Sumber: Al-Qur'an dan tafsir Kementerian Agama RI.