Tafsir ayat 58
وَّكُنُوْزٍ وَّمَقَامٍ كَرِيْمٍ ۙ
Wa kunūziw wa maqāmin karīm(in).
harta kekayaan, dan tempat tinggal yang bagus.540)
540) Karena mengejar Nabi Musa a.s. dan Bani Israil, Fir‘aun dan bala tentaranya telah keluar dari negeri mereka dengan meninggalkan kerajaan, kebesaran, kemewahan, dan sebagainya.
Tafsir tahlili
Allah menerangkan bahwa Fir‘aun dan kaumnya akan meninggalkan harta benda, kerajaan, dan kedudukan yang tinggi dan mulia yang tidak ada bandingannya. Ibnu Umar, Ibnu ‘Abbās, dan Mujāhid menyatakan bahwa yang dimaksud dengan kedudukan yang mulia di sini ialah mimbar-mimbar untuk para pembesar Fir‘aun.
Beberapa mufasir berbeda pendapat mengenai kedudukan yang tinggi ini. Ada yang berpendapat itu adalah rumah-rumah yang indah, dan ada yang berpendapat mimbar-mimbar dan mahligai para pembesar Fir‘aun. Allah berfirman:
كَمْ تَرَكُوْا مِنْ جَنّٰتٍ وَّعُيُوْنٍۙ ٢٥ وَّزُرُوْعٍ وَّمَقَامٍ كَرِيْمٍۙ ٢٦ وَّنَعْمَةٍ كَانُوْا فِيْهَا فٰكِهِيْنَۙ ٢٧
“Betapa banyak taman-taman dan mata air-mata air yang mereka tinggalkan, juga kebun-kebun serta tempat-tempat kediaman yang indah, dan kesenangan-kesenangan yang dapat mereka nikmati di sana.” (ad-Dukhān/44: 25-27)
Sumber: Al-Qur'an dan tafsir Kementerian Agama RI.