Tafsir ayat 45
فَاَلْقٰى مُوْسٰى عَصَاهُ فَاِذَا هِيَ تَلْقَفُ مَا يَأْفِكُوْنَ ۚ
Fa alqā mūsā ‘aṣāhu fa iżā hiya talqafu mā ya'fikūn(a).
Kemudian, Musa melemparkan tongkatnya, tiba-tiba ia (tongkatnya yang sudah menjadi ular) menelan segala yang mereka ada-adakan itu.539)
539) Tali-tali dan tongkat-tongkat yang dilemparkan penyihir yang seolah-olah ular itu ditelan semuanya oleh ular dari tongkat Nabi Musa a.s.
Tafsir tahlili
Setelah semua pesihir Fir‘aun melemparkan tali-tali dan tongkat-tongkat mereka, yang dalam bayangan orang banyak seakan-akan menjadi ular, maka tibalah giliran Musa. Ketika Musa menjatuhkan tongkatnya yang menjelma menjadi ular sesungguhnya, tiba-tiba ular itu memakan habis ular-ular palsu yang mereka ada-adakan itu. Dengan demikian jelaslah mana yang benar dan mana yang batil sebagaimana tersebut dalam firman Allah:
فَوَقَعَ الْحَقُّ وَبَطَلَ مَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَۚ ١١٨
Maka terbuktilah kebenaran, dan segala yang mereka kerjakan jadi sia-sia. (al-A‘rāf/7: 118)
Dan firman-Nya:
بَلْ نَقْذِفُ بِالْحَقِّ عَلَى الْبَاطِلِ فَيَدْمَغُهٗ فَاِذَا هُوَ زَاهِقٌ
Sebenarnya Kami melemparkan yang hak (kebenaran) kepada yang batil (tidak benar) lalu yang hak itu menghancurkannya, maka seketika itu (yang batil) lenyap. (al-Anbiyā’/21: 18)
Sumber: Al-Qur'an dan tafsir Kementerian Agama RI.