Tafsir ayat 46
ثُمَّ قَبَضْنٰهُ اِلَيْنَا قَبْضًا يَّسِيْرًا
Ṡumma qabaḍnā ilainā qabḍay yasīrā(n).
Kemudian, Kami menariknya (bayang-bayang itu) ke (arah yang) Kami (kehendaki) sedikit demi sedikit.533)
533) Maksud kalimat ini adalah bahwa bayang-bayang itu Kami hilangkan secara perlahan sesuai perjalanan matahari menuju tempat terbenamnya.
Tafsir tahlili
Kemudian Allah menghapus bayang-bayang itu dengan perlahan-lahan sejalan dengan proses terbenam matahari sedikit demi sedikit. Menurut para ilmuwan, ayat ini berbicara mengenai presisi keteraturan alam semesta. Ayat ini menerangkan fungsi gerakan dan “panjang” bayang-bayang yang bergerak dari pagi, siang, dan sore hari. Memanjangkan bayangan suatu benda dalam ilmu fisika adalah peristiwa mengecilnya sudut datang cahaya dan memendeknya panjang bayangan dikarenakan semakin besarnya sudut datang cahaya. Peristiwa ini sering kita temui dalam kehidupan kita sehari-hari. Pada pagi hari, bayang-bayang benda akibat terkena sinar matahari yang jatuh ke bumi akan tampak panjang. Semakin siang hari dan sampai posisi matahari pada titik kulminasi, bayangan akan tampak semakin memendek. Sebaliknya ketika matahari mulai bergeser ke arah barat sampai menjelang sore hari, akan terlihat bayang-bayang pun kembali menjadi panjang. Hal ini terjadi dikarenakan sudut datang sinar matahari menjadi semakin kecil kembali.
Apa yang terjadi manakala bayang-bayang panjangnya tetap atau tidak berubah? Ini peristiwa luar biasa. Secara sederhana dapat diartikan bahwa posisi matahari dan bumi dalam keadaan tetap tidak berubah, maka matahari akan menyinari bumi secara terus menerus. Artinya permukaan bumi (yang terang) akan mengalami proses pemanasan. Suhu permukaan akan terus meningkat selama penyinaran berlangsung. Air laut akan menggelegak dan mendidih. Apabila hal ini terus berlangsung dalam tempo yang lama maka bumi akan terbakar dan hancur akibat suhu yang meningkat. Sedangkan permukaan bumi yang tidak menghadap matahari, akan mengalami proses sebaliknya, yaitu mengalami pendinginan yang luar biasa. Boleh jadi permukaan laut akan beku, dan kehidupan akan mati. Keadaan ekstrem suhu di kedua belahan bumi ini mungkin dapat menjurus ke arah punahnya kehidupan. Kiamatkah? Wallāhu a’lam. Allah Mahakuasa atas segala ciptaan-Nya.
Peristiwa panjang dan pendek atau arah barat dan arah timur bayang-bayang tadi terhadap posisi matahari dapat menjadi petunjuk waktu bagi manusia yang berada di bumi. Lenyapnya bayang-bayang terjadi secara perlahan merupakan gambaran sederhana sebagaimana peristiwa kejadian matahari terbenam secara perlahan.
Hal kedua yang dapat diperoleh adalah bahwa ayat di atas sudah mengindikasikan akan adanya perputaran bumi pada sumbunya. Ayat di bawah ini juga dapat digunakan untuk indikasi tersebut.
وَالشَّمْسُ تَجْرِيْ لِمُسْتَقَرٍّ لَّهَا ۗذٰلِكَ تَقْدِيْرُ الْعَزِيْزِ الْعَلِيْمِۗ ٣٨ وَالْقَمَرَ قَدَّرْنٰهُ مَنَازِلَ حَتّٰى عَادَ كَالْعُرْجُوْنِ الْقَدِيْمِ ٣٩ لَا الشَّمْسُ يَنْۢبَغِيْ لَهَآ اَنْ تُدْرِكَ الْقَمَرَ وَلَا الَّيْلُ سَابِقُ النَّهَارِ ۗوَكُلٌّ فِيْ فَلَكٍ يَّسْبَحُوْنَ ٤٠
Dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan (Allah) Yang Mahaperkasa, Maha Mengetahui. Dan telah Kami tetapkan tempat peredaran bagi bulan, sehingga (setelah ia sampai ke tempat peredaran yang terakhir) kembalilah ia seperti bentuk tandan yang tua. Tidaklah mungkin bagi matahari mengejar bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Masing-masing beredar pada garis edarnya. (Yāsīn/36: 38-40).
Sumber: Al-Qur'an dan tafsir Kementerian Agama RI.