Tafsir ayat 1
الۤمّۤ ۚ
Alif lām mīm.
Alif Lām Mīm. 4)
4) Dalam Al-Qur’an terdapat 29 surah yang dibuka dengan huruf Arab yang muqaṭṭa‘ah (dibaca nama hurufnya), seperti Alif lām mīm, Alif lām rā, dan sebagainya. Hanya Allah Swt. yang mengetahui makna sesungguhnya dari rangkaian huruf-huruf tersebut. Namun, dilihat dari fungsinya, ada yang berpendapat bahwa rangkaian huruf-huruf itu bertujuan untuk menarik perhatian atau untuk menunjukkan kemukjizatan Al-Qur’an.
Tafsir tahlili
Alif Lām Mīm. Ayat pertama surah Al-Baqarah ini terdiri dari huruf-huruf lepas. Sebagaimana pada surah-surah Makkiyah banyak yang dibuka dengan huruf-huruf lepas seperti Alif Lām Rā, Alif Lām Mīm Rā, Ḥā Mīm, Ṭā Hā, Kāf Hā Yā ‘Aīn ṣād, dan lain-lain.
Surah-surah yang dimulai dengan huruf-huruf singkatan (muqaṭṭa‘ah) semuanya berjumlah 29 surah. Selengkapnya sebagai berikut: al-Baqarah dengan Alif Lām Mīm, Āli ‘Imrān dimulai dengan Alif Lām Mīm, al-A‘rāf dimulai dengan Alif Lām Mīm ṣād, Yunus dengan Alif Lām Rā, Yusuf dengan Alif Lām Rā, Hūd dengan Alif Lām Rā, ar-Ra‘d dengan Alif Lām Mīm Rā; Ibrāhīm dengan Alif Lām Rā; al-Ḥijr dengan Alif Lām Rā; Maryam dengan Kāf Hā Yā ‘Aīn ṣād; Ṭāhā dengan Ṭā hā; asy-Syu‘arā’ dengan Ṭā Sīn Mīm; an-Naml dengan Ṭā Sīn; al-Qaṣaṣ dengan Ṭā Sīn Mīm; al-‘Ankabūt dengan Alif Lām Mīm; ar-Rūm dengan Alif Lām Mīm, Luqmān dengan Alif Lām Mīm, as-Sajdah dengan Alif Lām Mīm, Yasin dengan Yā Sīn; ṣād dengan ṣād; al-Mu’min dengan Ḥā Mīm; Fuṣṣilat dengan Ḥa Mīm; asy-Syūrā dengan Ḥā Mīm; az-Zukhruf dengan Ḥā Mīm; ad-Dukhān dengan Ḥā Mīm; al-Jāṡiyah dengan Ḥā Mīm; al-Aḥqāf dengan Ḥā Mīm; Qāf dengan Qāf; dan al-Qalam dengan Nūn. Huruf yang disebutkan ini berjumlah 14 huruf, yaitu setengah dari huruf hijaiyah. Huruf-huruf ini adalah huruf-huruf yang banyak terpakai dalam bahasa Arab. Huruf-huruf ini ada yang disebutkan berulang-ulang.
Ada dua hal yang perlu dibicarakan tentang huruf-huruf abjad yang disebutkan pada permulaan beberapa surah dari Al-Qur’an itu, yaitu apa yang dimaksud dengan huruf ini, dan apa hikmahnya menyebutkan huruf-huruf ini.
Tentang soal pertama, maka para mufasir berlainan pendapat:
1. Ada yang menyerahkan saja kepada Allah, dengan arti mereka tidak mau menafsirkan huruf-huruf itu. Mereka berkata, “Allah saja yang mengetahui maksudnya.” Mereka menggolongkan huruf-huruf itu ke dalam golongan ayat-ayat mutasyābihāt.
2. Ada yang menafsirkannya. Mufasir yang menafsirkannya ini berlain-lain pula pendapat mereka:
a. Ada yang berpendapat bahwa huruf-huruf itu adalah isyarat (singkatan dari kata-kata), umpamanya Alif Lām Mīm. Maka Alif adalah singkatan dari “Allah”, Lam singkatan dari “Jibril”, dan Mīm singkatan dari Muhammad, yang berarti bahwa Al-Qur’an itu datangnya dari Allah, disampaikan oleh Jibril kepada Muhammad. Pada Alif Lām Rā, Alif singkatan dari “Ana”, Lam singkatan dari “Allah” dan Ra singkatan dari “ar-Raḥmān”, yang berarti “Aku Allah Yang Maha Pengasih.”
b. Ada yang berpendapat bahwa huruf-huruf itu adalah nama dari surah yang dimulai dengan huruf-huruf itu.
c. Ada yang berpendapat bahwa yang dimaksud dengan huruf-huruf abjad ini adalah huruf-huruf abjad itu sendiri. Maka yang dimaksud dengan Alif adalah “Alif”, yang dimaksud dengan Lam, adalah “Lam”, yang dimaksud dengan Nūn adalah “Nun”, dan begitu seterusnya.
d. Huruf-huruf abjad itu untuk menarik perhatian. Ada mufasir yang berpendapat bahwa huruf-huruf abjad ini didatangkan oleh Allah pada permulaan beberapa surah Al-Qur’an untuk menarik perhatian. Memulai pembicaraan dengan huruf-huruf abjad adalah suatu cara yang belum dikenal oleh Bangsa Arab pada waktu itu, karena itu maka hal ini menarik perhatian mereka.
Sumber: Al-Qur'an dan tafsir Kementerian Agama RI.