Tafsir ayat 23
وَلَا تَقُوْلَنَّ لِشَا۟يْءٍ اِنِّيْ فَاعِلٌ ذٰلِكَ غَدًاۙ
Wa lā taqūlanna lisyai'in innī fā‘ilun żālika gadā(n).
Jangan sekali-kali engkau mengatakan terhadap sesuatu, “Aku pasti melakukan hal itu besok,”
Tafsir tahlili
Sewaktu kaum musyrikin mengajukan tiga buah pertanyaan kepada Nabi Muhammad saw, atas saran dari pendeta-pendeta Yahudi di Madinah, yaitu tentang Aṣḥābul Kahf, Żul Qarnain, dan roh, maka beliau mengatakan, “Besok pagi saya akan menjawab apa yang kalian tanyakan.” Beliau tidak menyebutkan dalam perkataannya kata-kata insyā Allāh. Sebelum mengakhiri kisah Aṣḥābul Kahf, dalam ayat ini, Allah swt mengingatkan Rasul-Nya supaya beliau tidak mengucapkan janji atau suatu pernyataan untuk suatu pekerjaan dengan pasti dengan berkata, “Besok pagi akan kukerjakan.” Seharusnya beliau mengetahui bahwa tidak seorangpun yang tahu dengan pasti apa yang akan terjadi besok pagi.
Firman Allah:
وَمَا تَدْرِيْ نَفْسٌ مَّاذَا تَكْسِبُ غَدًا
Dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan dikerjakannya besok. (Luqmān/31: 34)
Apa yang beliau janjikan kepada kaum musyrikin itu ternyata lima belas hari kemudian baru dapat beliau penuhi, yakni sesudah wahyu untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan itu diturunkan.
Sumber: Al-Qur'an dan tafsir Kementerian Agama RI.