Tafsir ayat 74
فَلَا تَضْرِبُوْا لِلّٰهِ الْاَمْثَالَ ۗاِنَّ اللّٰهَ يَعْلَمُ وَاَنْتُمْ لَا تَعْلَمُوْنَ
Falā taḍribū lillāhil-amṡāl(a), innallāha ya‘lamu wa antum lā ta‘lamūn(a).
Maka, janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah. Sesungguhnya Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.
Tafsir tahlili
Allah melarang hamba-Nya menyamakan sifat-sifat Allah dengan makhluk-Nya, karena sifat-sifat Allah itu tidak dapat disamai dan ditandingi. Untuk memperkuat pengertian ayat ini, dapat dikemukakan sebuah riwayat dari Ibnu Munżir dan Abi Hatim dari Ibnu ‘Abbās bahwa dia berkata mengenai arti ayat itu bahwa Allah berfirman, “Makanya jangan kamu beranggapan adanya tuhan-tuhan lain selain Aku, karena sesungguhnya tidak ada tuhan selain Aku.”
Kemudian Allah swt menegaskan bahwa Allah Maha Mengetahui segala yang ada di langit dan di bumi. Dia mengetahui kejahatan yang dilakukan oleh makhluk-Nya dan Dia pulalah yang berkuasa untuk menghukum mereka dengan siksaan yang pedih. Mereka tidak mengetahui sedikit pun siksaan apa yang harus mereka rasakan.
Sumber: Al-Qur'an dan tafsir Kementerian Agama RI.