Tafsir ayat 78
وَاِنْ كَانَ اَصْحٰبُ الْاَيْكَةِ لَظٰلِمِيْنَۙ
Wa in kāna aṣḥābul-aikati laẓālimīn(a).
Sesungguhnya penduduk Aikah403) itu benar-benar orang-orang yang zalim.
403) Penduduk Aikah adalah kaum Nabi Syuʻaib a.s. Aikah adalah kawasan yang berhutan di daerah Madyan, Yordania.
Tafsir tahlili
Ayat ini menerangkan bahwa penduduk kota Aikah adalah penduduk yang zalim dan ingkar. Kepada mereka diutus Nabi Syu‘aib a.s., tetapi mereka mengingkari dan mendustakan dakwahnya.
Dalam hadis diterangkan hubungan penduduk Aikah dengan penduduk kota Madyan.
قَالَ رَسُوْلُ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: اِنَّ مَدْيَنَ وَاَصْحَابَ الْأَيْكَةَ اُمَّتَانِ بَعَثَ اللّٰهُ اِلَيْهَا شُعَيْبًا (رواه ابن مردويه وابن عساكر)
Rasulullah saw berkata, “Sesungguhnya penduduk kota Madyan dan penduduk Aikah itu adalah dua umat yang kepada keduanya Allah mengutus Nabi Syu‘aib”. (Riwayat Ibnu Mardawaih dan Ibnu ‘Asākir)
Arti dasar dari Aikah ialah hutan, kemudian menjadi nama suatu negeri karena negeri itu memiliki banyak hutan. Negeri itu terletak di daerah Madyan.
Penduduk Aikah menganut kepercayaan politeisme, suka menyamun dan merampok orang yang lewat negeri mereka, serta berlaku curang dalam menimbang dan menakar. Kepada mereka diutus Nabi Syu‘aib a.s., tetapi mereka mengingkarinya.
Sumber: Al-Qur'an dan tafsir Kementerian Agama RI.