Basmalah
Kapan basmalah wajib dibaca, kapan boleh dipilih, dan bagaimana membacanya ketika berpindah dari satu surat ke surat berikutnya.
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
Memulai dari awal surat Basmalah harus dibaca setiap kali bacaan dimulai dari awal surat. Satu-satunya pengecualian adalah surat At-Taubah.
Memulai dari tengah surat Jika bacaan dimulai dari selain awal surat, meskipun hanya bergeser satu kata, qari' boleh membaca basmalah dan boleh juga tidak. Membacanya lebih utama. Dalam hal ini tidak ada beda antara At-Taubah dan surat lainnya, walaupun ada sebagian ulama yang tidak membolehkan basmalah di tengah At-Taubah karena menyamakannya dengan hukum di awal surat tersebut.
Berpindah dari satu surat ke surat berikutnya Ada tiga cara yang dibolehkan: ① Semua dipisah: akhir surat – berhenti – basmalah – berhenti – awal surat berikutnya. ② Semua disambung: akhir surat, basmalah, dan awal surat berikutnya dibaca tanpa jeda. ③ Berhenti setelah akhir surat, lalu basmalah dibaca bersambung dengan awal surat berikutnya.
Dan ada satu cara yang tidak boleh: ④ Akhir surat disambung dengan basmalah, lalu berhenti, baru membaca awal surat berikutnya.
Cara keempat dilarang karena bisa membuat pendengar mengira basmalah adalah penutup surat sebelumnya, padahal basmalah selalu menjadi pembuka surat.
Rujukan: Kitab "Tajwid Ringkas Disertai Warna, Gambar, dan Bagan" Level Satu, Husein Karim Muhammad (edisi bahasa Indonesia, terjemahan Ustadzah Ana Fi Naimatin).